Pupuk urea masih menjadi salah satu jenis pupuk yang banyak digunakan petani karena kandungan nitrogennya tinggi dan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman. Produk urea yang dipasarkan oleh grup Pupuk Indonesia umumnya memiliki kandungan nitrogen sekitar 46 persen.
Bagi petani, mengetahui daftar harga pupuk urea subsidi dan non-subsidi menjadi hal penting sebelum membeli. Perbedaan harga antara keduanya cukup besar karena pupuk subsidi mendapatkan dukungan pemerintah dan penyalurannya diatur melalui mekanisme tertentu.
Pada 2026, harga urea subsidi di tingkat penebusan petani berdasarkan HET terbaru berada di Rp1.800 per kilogram atau Rp90.000 untuk kemasan 50 kilogram. Harga tersebut telah digunakan dalam penebusan pupuk bersubsidi sejak awal 2026.
Sementara itu, urea non-subsidi mengikuti harga komersial sehingga dapat berubah sesuai merek, daerah, biaya distribusi, jumlah pembelian, dan kondisi pasar. Beberapa contoh harga pasar 2026 untuk kemasan 50 kg berada mulai sekitar Rp380 ribuan hingga lebih dari Rp1 juta per karung.

Berikut pembahasan lengkap mengenai harga, perbedaan, kandungan, cara membeli, hingga tips memilih pupuk urea.
Daftar Harga Pupuk Urea Subsidi dan Non-Subsidi 2026
Berikut gambaran harga yang dapat dijadikan referensi:
| Jenis Pupuk Urea | Kemasan | Kisaran Harga |
|---|---|---|
| Urea subsidi | 50 kg | Rp90.000 |
| Urea subsidi | 25 kg | Setara HET Rp45.000 jika dihitung proporsional |
| Urea subsidi | 1 kg | Setara HET Rp1.800 jika dihitung proporsional |
| Urea non-subsidi ekonomis | 50 kg | Sekitar Rp380.000–Rp600.000 |
| Urea non-subsidi retail | 50 kg | Sekitar Rp750.000–Rp950.000 |
| Urea non-subsidi merek tertentu | 50 kg | Sekitar Rp1.100.000–Rp1.200.000 |
Catatan: harga non-subsidi di atas merupakan kisaran dari sejumlah listing dan referensi pasar, bukan harga resmi nasional. Harga aktual dapat berbeda berdasarkan lokasi, merek, distributor, ongkos kirim, volume pembelian, dan kemasan.
Untuk urea subsidi, harga Rp90.000 per karung 50 kg merupakan HET yang dikonfirmasi Pupuk Indonesia dalam penebusan petani pada awal 2026.
Harga Pupuk Urea Subsidi 2026
Harga urea subsidi pada 2026 jauh lebih rendah dibandingkan urea komersial.
HET yang berlaku adalah:
Rp1.800 per kilogram
atau:
Rp90.000 per karung 50 kilogram.
Pupuk Indonesia mencatat petani di sejumlah daerah sudah dapat menebus satu karung urea subsidi seharga Rp90.000 sejak 1 Januari 2026.
Harga tersebut merupakan HET, sehingga penjualan pupuk bersubsidi di kios resmi harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
Harga Urea Subsidi 50 Kg
Untuk kemasan 50 kg, harga HET urea subsidi adalah:
Rp90.000 per karung.
Jika dihitung berdasarkan berat, nilainya sama dengan Rp1.800 per kg.
Harga tersebut tentu sangat berbeda dibandingkan urea non-subsidi yang dipasarkan secara komersial.
Inilah salah satu alasan pupuk subsidi menjadi sangat penting bagi petani yang memenuhi persyaratan penerima.
Harga Urea Subsidi 25 Kg
Secara perhitungan sederhana, 25 kg dengan HET Rp1.800 per kg setara dengan:
25 × Rp1.800 = Rp45.000.
Namun, petani tidak boleh menganggap bahwa seluruh kemasan kecil otomatis tersedia sebagai kemasan subsidi resmi dengan harga proporsional tersebut.
Kemasan dan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi mengikuti ketentuan distribusi yang berlaku.
Karena itu, pembelian sebaiknya dilakukan melalui kios atau titik penyaluran resmi.
Harga Urea Subsidi 1 Kg
Jika hanya menghitung nilai berdasarkan HET, 1 kg urea subsidi setara dengan Rp1.800.
Namun, pupuk bersubsidi bukan produk yang bebas dijual kembali dalam kemasan eceran sesuka hati.
Petani harus mengikuti mekanisme penebusan yang ditetapkan pemerintah.
Jangan membeli pupuk yang diklaim sebagai “urea subsidi murah” dari sumber tidak jelas hanya karena harganya terlihat menarik.
Harga Pupuk Urea Non-Subsidi 2026
Berbeda dengan pupuk subsidi, harga urea non-subsidi tidak ditetapkan sebagai satu harga eceran nasional seperti HET pupuk subsidi.
Harga dapat berubah berdasarkan:
- Merek.
- Produsen.
- Wilayah.
- Distributor.
- Jumlah pembelian.
- Biaya transportasi.
- Kemasan.
- Kondisi pasar.
- Jarak pengiriman.
Karena itu, harga yang ditemukan di Jawa belum tentu sama dengan harga di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, atau wilayah lainnya.
Harga Urea Non-Subsidi 50 Kg
Pada 2026, terdapat berbagai penawaran urea non-subsidi kemasan 50 kg.
Sejumlah listing online menunjukkan harga sekitar Rp750.000–Rp950.000 per karung, sedangkan produk dan penawaran tertentu dapat mencapai sekitar Rp1,1 juta atau lebih.
Di sisi lain, terdapat pula referensi pasar yang menunjukkan harga sekitar Rp580.000 per karung 50 kg pada periode tertentu.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga online tidak dapat dianggap sebagai satu patokan nasional.
Mengapa Harga Urea Non-Subsidi Berbeda?
Perbedaan harga dapat terjadi karena rantai distribusi.
Misalnya, urea yang dibeli langsung dalam jumlah besar dari distributor mungkin mempunyai harga per kilogram lebih rendah daripada produk yang dibeli satu karung melalui marketplace dengan ongkos pengiriman.
Biaya logistik juga sangat berpengaruh.
Karung pupuk 50 kg membutuhkan biaya pengiriman yang relatif besar jika dikirim ke daerah yang jauh dari gudang atau distributor.
Urea Subsidi vs Non-Subsidi
Perbedaan utama keduanya bukan sekadar harga.
| Perbandingan | Urea Subsidi | Urea Non-Subsidi |
| Harga | Mengikuti HET pemerintah | Harga komersial |
| Sasaran | Petani yang memenuhi ketentuan | Lebih luas |
| Distribusi | Diatur pemerintah | Jalur komersial |
| Harga 50 kg | Rp90.000 berdasarkan HET 2026 | Bervariasi |
| Pembelian | Mengikuti alokasi | Sesuai ketersediaan dan penjual |
| Kandungan urea | Sekitar 46% N | Umumnya sekitar 46% N pada produk urea |
| Fleksibilitas pembelian | Terbatas oleh aturan | Lebih fleksibel |
Urea subsidi dan urea komersial sama-sama dapat memiliki kandungan nitrogen tinggi. Pupuk Indonesia menyebut produk urea, baik untuk segmen subsidi maupun komersial, memiliki kandungan nitrogen sekitar 46 persen.
Perbedaan pentingnya terletak pada mekanisme pengadaan, sasaran penerima, harga, dan distribusinya.
Kandungan Pupuk Urea
Salah satu alasan urea banyak digunakan adalah kandungan nitrogennya.
Produk urea dari Pupuk Indonesia memiliki kandungan nitrogen sekitar 46 persen.
Nitrogen berperan dalam berbagai proses pertumbuhan tanaman.
Penggunaan pupuk urea biasanya dikaitkan dengan pertumbuhan vegetatif, pembentukan klorofil, dan perkembangan daun serta batang.
Namun, jumlah pupuk yang diberikan harus disesuaikan dengan jenis tanaman, kondisi tanah, dan kebutuhan unsur hara.
Lebih banyak pupuk tidak selalu berarti hasil panen lebih tinggi.
Manfaat Pupuk Urea untuk Tanaman
Pupuk urea terutama digunakan sebagai sumber nitrogen.
Pada tanaman yang membutuhkan nitrogen, unsur tersebut membantu mendukung pertumbuhan bagian vegetatif.
Pupuk Indonesia mencantumkan manfaat urea antara lain membantu membuat tanaman lebih hijau, mempercepat pertumbuhan, serta meningkatkan kandungan protein tanaman.
Namun, hasil akhir tetap dipengaruhi banyak faktor.
Ketersediaan air, pH tanah, kondisi akar, varietas tanaman, cuaca, serta unsur hara lainnya juga berpengaruh terhadap produktivitas.
Urea untuk Tanaman Padi
Padi merupakan salah satu tanaman yang banyak menggunakan pupuk nitrogen.
Urea dapat diberikan pada fase pertumbuhan tertentu sesuai rekomendasi budidaya.
Petani sebaiknya tidak menentukan dosis hanya berdasarkan kebiasaan.
Kebutuhan pupuk dapat berbeda antara satu lahan dengan lahan lainnya.
Penggunaan pupuk secara berlebihan juga dapat meningkatkan biaya produksi tanpa memberikan keuntungan yang sebanding.
Urea untuk Jagung
Tanaman jagung juga membutuhkan nitrogen untuk mendukung pertumbuhan.
Urea dapat menjadi salah satu sumber nitrogen dalam program pemupukan jagung.
Namun, pemupukan sebaiknya dilakukan berdasarkan rekomendasi setempat dan kondisi tanah.
Jika kebutuhan nitrogen sudah tercukupi dari sumber lain, penambahan urea secara berlebihan tidak selalu memberikan manfaat tambahan.
Urea untuk Sayuran
Berbagai tanaman sayuran juga membutuhkan nitrogen.
Namun, dosisnya perlu disesuaikan dengan jenis tanaman.
Sayuran berdaun biasanya mempunyai kebutuhan nitrogen yang berbeda dengan tanaman yang dipanen bagian buah atau umbinya.
Karena itu, jangan menggunakan satu dosis urea untuk seluruh jenis tanaman.
Urea untuk Perkebunan
Urea juga digunakan pada berbagai tanaman perkebunan.
Kebutuhan pupuk sangat bergantung pada umur tanaman, jenis komoditas, kondisi lahan, dan produktivitas yang ditargetkan.
Untuk tanaman perkebunan tahunan, jadwal pemupukan biasanya lebih terencana.
Petani sebaiknya mengikuti rekomendasi agronomis daripada sekadar meniru dosis dari lahan lain.
Siapa yang Bisa Mendapatkan Urea Subsidi?
Pupuk subsidi tidak ditujukan untuk semua pembeli secara bebas.
Pupuk Indonesia menjelaskan bahwa pupuk subsidi sektor pertanian pada 2026 hanya dapat ditebus oleh petani yang terdaftar dalam e-RDKK Kementerian Pertanian.
Artinya, seseorang yang ingin membeli pupuk urea subsidi tidak cukup hanya datang ke toko dan meminta harga subsidi.
Ada mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Cara Mendapatkan Pupuk Urea Subsidi
Petani yang memenuhi ketentuan dapat melakukan penebusan melalui titik atau kios resmi.
Pupuk Indonesia menjelaskan bahwa sistem digital iPubers digunakan di kios atau pengecer resmi untuk membantu proses penebusan pupuk bersubsidi.
Dalam praktiknya, petani terdaftar dapat diminta membawa identitas seperti KTP atau Kartu Tani sesuai mekanisme yang berlaku.
Pastikan data penerima sudah sesuai dengan alokasi yang tersedia.
Apakah Urea Subsidi Bisa Dibeli Semua Orang?
Tidak.
Pupuk bersubsidi mempunyai sasaran penerima yang telah ditentukan.
Jika seseorang tidak termasuk penerima yang memenuhi persyaratan, sebaiknya membeli pupuk urea melalui jalur komersial atau non-subsidi.
Membeli pupuk subsidi dari sumber tidak resmi juga berisiko karena produk tersebut merupakan barang yang distribusinya diawasi.
Ciri Pupuk Urea Subsidi
Kemasan pupuk subsidi resmi memiliki informasi produk dan identitas yang jelas.
Pupuk Indonesia juga menjelaskan bahwa urea subsidi memiliki kandungan nitrogen 46 persen dan memenuhi standar yang tercantum pada produk resminya.
Jangan membeli karung yang:
- Labelnya tidak jelas.
- Kondisinya mencurigakan.
- Tidak mempunyai informasi produsen.
- Segelnya rusak.
- Dijual melalui sumber yang tidak dapat diverifikasi.
Jika menemukan dugaan penyimpangan, gunakan saluran pengaduan resmi yang tersedia.
Apakah Urea Subsidi dan Non-Subsidi Sama?
Secara kandungan hara, keduanya dapat sama-sama mengandung nitrogen sekitar 46 persen.
Namun, istilah subsidi dan non-subsidi berkaitan dengan segmen pasar dan mekanisme penyaluran, bukan berarti salah satunya otomatis merupakan pupuk yang jauh lebih bagus.
Pupuk Indonesia sendiri memasarkan urea untuk segmen subsidi dan non-subsidi. Produk retail non-subsidi seperti Nitrea juga memiliki kandungan nitrogen 46 persen.
Karena itu, jangan menganggap pupuk non-subsidi pasti menghasilkan panen lebih banyak hanya karena harganya lebih mahal.
Kelebihan Urea Subsidi
Ada beberapa keuntungan bagi petani penerima.
Harga lebih terjangkau
Dengan HET Rp1.800 per kg, biaya pembelian jauh lebih rendah daripada sebagian besar urea komersial.
Membantu menekan biaya produksi
Harga pupuk merupakan salah satu komponen biaya usaha tani.
Harga subsidi dapat membantu mengurangi beban biaya bagi penerima.
Kandungan nitrogen tinggi
Urea subsidi memiliki kandungan nitrogen sekitar 46 persen.
Distribusi diawasi
Penyalurannya dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
Kekurangan Urea Subsidi
Meski harganya murah, ada beberapa keterbatasan.
Tidak bisa dibeli bebas
Penerima harus memenuhi ketentuan.
Tergantung alokasi
Jumlah yang dapat ditebus mengikuti alokasi yang tersedia.
Harus melalui jalur resmi
Petani tidak seharusnya membeli dari sumber tidak resmi.
Kelebihan Urea Non-Subsidi
Urea non-subsidi menawarkan fleksibilitas lebih besar.
Bisa dibeli melalui jalur komersial
Pembeli tidak harus bergantung pada alokasi subsidi.
Pilihan merek lebih banyak
Pasar komersial menyediakan berbagai produsen dan produk.
Kemasan lebih beragam
Produk non-subsidi dapat ditemukan dalam kemasan tertentu mulai ukuran kecil hingga karung besar.
Produk Nitrea, misalnya, terdaftar dalam berbagai ukuran kemasan termasuk 1 kg, 2 kg, 5 kg, 10 kg, 20 kg, 25 kg, 50 kg, hingga kemasan besar.
Kekurangan Urea Non-Subsidi
Kekurangan paling jelas adalah harga.
Harga komersial dapat berkali-kali lipat dibandingkan HET urea subsidi.
Selain itu, harga di toko dapat berbeda antarwilayah.
Biaya pengiriman juga dapat membuat harga akhir meningkat.
Urea Non-Subsidi Murah
Jika mencari urea non-subsidi murah, jangan langsung memilih penawaran dengan angka paling rendah.
Periksa terlebih dahulu:
- Merek.
- Berat bersih.
- Kandungan nitrogen.
- Kondisi kemasan.
- Produsen.
- Legalitas produk.
- Lokasi penjual.
- Ongkos kirim.
Harga Rp500.000 dari toko yang dekat dengan lokasi Anda bisa lebih menguntungkan daripada harga Rp450.000 dari toko yang jauh jika ongkos pengirimannya sangat tinggi.
Contoh Harga Urea Non-Subsidi 50 Kg
Sebagai gambaran pasar 2026, beberapa listing online menunjukkan:
- Urea non-subsidi sekitar Rp750.000 per 50 kg.
- Produk tertentu sekitar Rp850.000–Rp950.000.
- Nitrea atau produk tertentu dapat berada di atas Rp1 juta.
- Ada penawaran produk Kujang 50 kg sekitar Rp1,15 juta.
- Beberapa sumber pasar juga menunjukkan harga sekitar Rp580.000 per karung pada periode tertentu.
Angka tersebut bukan daftar harga resmi nasional.
Harga dapat berubah dengan cepat.
Kenapa Harga Marketplace Bisa Mahal?
Marketplace mempunyai biaya yang tidak selalu terdapat pada pembelian langsung dari distributor.
Misalnya:
- Biaya platform.
- Margin penjual.
- Biaya pengemasan.
- Ongkos kirim.
- Jarak gudang.
- Biaya layanan.
Karena pupuk mempunyai bobot besar, ongkos pengiriman dapat menjadi komponen yang cukup signifikan.
Cara Membeli Urea Non-Subsidi dengan Harga Murah
Ada beberapa cara untuk menghemat.
Bandingkan toko lokal
Cari distributor yang berada dekat dengan lahan.
Beli dalam jumlah sesuai kebutuhan
Harga grosir kadang lebih rendah.
Tanyakan harga per karung
Jangan hanya menanyakan harga per kilogram.
Hitung ongkos kirim
Harga murah belum tentu murah setelah biaya pengiriman.
Bandingkan merek
Pastikan spesifikasi produk sebanding sebelum membandingkan harga.
Jangan Tergiur Harga Urea Terlalu Murah
Jika menemukan pupuk urea dengan harga jauh di bawah harga pasar, lakukan pemeriksaan.
Produk yang tidak jelas asal-usulnya dapat menimbulkan risiko.
Pastikan:
- Kemasan asli.
- Berat sesuai.
- Label lengkap.
- Produsen jelas.
- Kandungan tercantum.
- Nomor pendaftaran tersedia jika dipersyaratkan.
- Penjual dapat dipercaya.
Lebih baik membayar sedikit lebih mahal untuk produk yang jelas daripada menghemat tetapi mendapatkan pupuk yang kualitasnya tidak dapat dipastikan.
Cara Menyimpan Pupuk Urea
Penyimpanan berpengaruh terhadap kondisi pupuk.
Pupuk Indonesia merekomendasikan urea disimpan di gudang tertutup dan dihindarkan dari paparan cairan untuk mencegah produk menggumpal atau mengalami caking.
Karena itu, hindari meletakkan karung urea langsung di tempat yang basah.
Gunakan alas agar karung tidak bersentuhan langsung dengan lantai yang lembap.
Jangan Membiarkan Karung Terkena Air
Urea mudah terpengaruh oleh kelembapan.
Jika karung terkena air, pupuk dapat menggumpal dan kualitas penanganannya menjadi lebih sulit.
Simpan di tempat:
- Kering.
- Teduh.
- Tidak bocor.
- Mempunyai sirkulasi udara baik.
- Terlindung dari hujan.
Berapa Kebutuhan Urea per Hektare?
Tidak ada satu dosis yang berlaku untuk semua tanaman dan semua lahan.
Kebutuhan urea harus mempertimbangkan:
- Jenis tanaman.
- Varietas.
- Kondisi tanah.
- Hasil analisis tanah.
- Target produksi.
- Ketersediaan nitrogen.
- Pupuk lain yang digunakan.
- Musim tanam.
Karena itu, hindari mengikuti dosis secara sembarangan.
Untuk memperoleh rekomendasi yang tepat, petani dapat berkonsultasi dengan penyuluh pertanian atau menggunakan rekomendasi pemupukan yang sesuai wilayah dan komoditas.
Apakah Urea Bisa Membuat Tanaman Terbakar?
Penggunaan pupuk yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah pada tanaman.
Dosis terlalu tinggi, penempatan terlalu dekat dengan tanaman, atau kondisi aplikasi yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kerusakan.
Karena itu, ikuti petunjuk penggunaan dan rekomendasi teknis.
Jangan menganggap bahwa semakin banyak pupuk berarti semakin cepat tanaman tumbuh.
Urea dan Produktivitas Tanaman
Nitrogen memang penting, tetapi produktivitas tanaman tidak ditentukan oleh satu unsur saja.
Tanaman membutuhkan keseimbangan berbagai unsur hara.
Selain nitrogen, beberapa tanaman juga membutuhkan fosfor, kalium, sulfur, magnesium, dan unsur mikro.
Karena itu, program pemupukan sebaiknya dibuat berdasarkan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.
Apakah Urea Subsidi Lebih Bagus daripada Non-Subsidi?
Tidak tepat jika membandingkannya hanya dari label subsidi atau non-subsidi.
Yang lebih penting adalah:
- Kandungan hara.
- Mutu produk.
- Dosis.
- Cara aplikasi.
- Kondisi tanah.
- Kebutuhan tanaman.
Urea subsidi dari produsen resmi memiliki kandungan nitrogen 46 persen, sementara produk komersial seperti Nitrea juga memiliki kandungan nitrogen 46 persen.
Jadi, harga yang lebih tinggi pada produk non-subsidi tidak otomatis berarti kandungan nitrogen jauh lebih tinggi.
Tips Memilih Pupuk Urea
Sebelum membeli, lakukan beberapa pemeriksaan.
1. Cek label
Pastikan nama pupuk dan kandungan jelas.
2. Cek berat bersih
Jangan hanya melihat ukuran karung.
3. Cek produsen
Pastikan produsennya jelas.
4. Perhatikan kondisi pupuk
Hindari produk yang terlihat sangat lembap atau menggumpal parah.
5. Bandingkan harga
Cek beberapa kios atau distributor.
6. Hitung biaya pengiriman
Terutama jika membeli secara online.
7. Pastikan status subsidi
Jika membeli pupuk subsidi, pastikan Anda memang penerima yang memenuhi persyaratan.
Tips Membeli Urea Subsidi
Untuk pupuk subsidi, gunakan jalur resmi.
Pupuk Indonesia menyatakan penebusan dilakukan melalui mekanisme dan sistem yang telah ditetapkan, termasuk iPubers pada kios resmi.
Jangan membeli dari pihak yang menawarkan “jatah subsidi” tanpa prosedur yang jelas.
Harga yang jauh di atas HET juga patut dipertanyakan.
Tips Membeli Urea Non-Subsidi
Untuk urea komersial, Anda memiliki pilihan lebih luas.
Bandingkan:
Harga per kilogram + biaya kirim + kualitas + reputasi penjual.
Jangan hanya membandingkan harga yang tercantum pada halaman produk.
Perbandingan Biaya 50 Kg
Jika menggunakan HET subsidi:
50 kg × Rp1.800 = Rp90.000.
Sementara jika membeli urea non-subsidi dengan harga Rp750.000:
50 kg = Rp750.000.
Selisihnya mencapai:
Rp660.000 per karung.
Jika harga non-subsidi mencapai Rp1.150.000, selisihnya menjadi sekitar:
Rp1.060.000 per karung.
Inilah alasan akses terhadap pupuk subsidi sangat berarti bagi petani yang memenuhi persyaratan.
Apakah Harga Urea Akan Berubah?
Harga urea non-subsidi sangat mungkin berubah.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi harga antara lain:
- Harga bahan baku.
- Harga energi.
- Nilai tukar.
- Biaya distribusi.
- Permintaan.
- Kondisi pasar global.
- Kebijakan pemerintah.
Pada Mei 2026, misalnya, terdapat laporan bahwa pelemahan rupiah ikut mendorong kenaikan harga pupuk non-subsidi dan disebutkan urea non-subsidi berada sekitar Rp580.000 per sak 50 kg pada saat itu.
Angka tersebut menunjukkan bahwa harga komersial dapat bergerak cukup cepat.
Harga Urea Subsidi Lebih Stabil
Berbeda dengan urea komersial, pupuk subsidi memiliki HET yang ditetapkan pemerintah.
Pada 2026, petani terdaftar dapat menebus urea subsidi dengan HET Rp1.800 per kg atau Rp90.000 per karung 50 kg.
Namun, harga tersebut berlaku dalam konteks pupuk bersubsidi dan mekanisme penyaluran resmi.
Jangan menyamakan HET subsidi dengan harga urea komersial.
Perubahan Kebijakan Pupuk Subsidi
Tata kelola pupuk bersubsidi mengalami sejumlah perubahan regulasi.
Kementerian Pertanian menerbitkan Permentan Nomor 03 Tahun 2026 yang mengubah Permentan Nomor 15 Tahun 2025 mengenai pelaksanaan Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang tata kelola pupuk bersubsidi.
Kementerian Pertanian juga menerbitkan Permentan Nomor 06 Tahun 2026 mengenai tata cara penghitungan nilai komersial dan komponen bahan baku pupuk bersubsidi.
Artinya, kebijakan pupuk subsidi dapat terus mengalami penyesuaian.
Karena itu, petani sebaiknya memeriksa informasi terbaru dari pemerintah atau Pupuk Indonesia ketika akan melakukan pembelian.
Apakah Harga Rp90.000 Berlaku di Semua Tempat?
Rp90.000 merupakan HET untuk urea subsidi kemasan 50 kg berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Harga tersebut dikonfirmasi dalam penebusan petani di berbagai wilayah pada awal 2026.
Namun, petani tetap harus melakukan pembelian melalui jalur resmi dan sesuai alokasi.
Jika menemukan harga yang jauh berbeda, sebaiknya tanyakan komponen biaya dan status produknya.
Kesimpulan
Daftar harga pupuk urea subsidi dan non-subsidi terbaru 2026 menunjukkan perbedaan harga yang sangat besar antara kedua jenis pupuk tersebut.
Untuk urea subsidi, HET yang digunakan pada 2026 adalah Rp1.800 per kilogram atau Rp90.000 untuk kemasan 50 kg. Pupuk Indonesia mengonfirmasi harga tersebut dalam penebusan petani sejak awal Januari 2026.
Sementara itu, harga urea non-subsidi tidak mempunyai satu patokan nasional. Harga komersial bergantung pada merek, produsen, lokasi, distributor, jumlah pembelian, serta biaya pengiriman.
Pada sejumlah listing pasar 2026, urea non-subsidi kemasan 50 kg dapat ditemukan sekitar Rp750.000–Rp950.000, sementara produk tertentu berada di atas Rp1 juta. Di periode tertentu juga terdapat referensi harga sekitar Rp580.000 per karung.
Perbedaan harga tersebut tidak otomatis berarti urea non-subsidi memiliki kandungan nitrogen yang jauh lebih tinggi. Produk urea dari Pupuk Indonesia pada segmen subsidi maupun komersial sama-sama dikenal memiliki kandungan nitrogen sekitar 46 persen.
Bagi petani yang memenuhi persyaratan penerima subsidi, urea bersubsidi jelas lebih ekonomis dari sisi harga. Namun, pembelian harus dilakukan melalui mekanisme resmi dan mengikuti alokasi yang ditetapkan.
Sementara bagi petani atau pelaku usaha yang membutuhkan pupuk di luar alokasi subsidi, urea non-subsidi memberikan fleksibilitas pembelian yang lebih besar.
Sebelum membeli, jangan hanya membandingkan angka harga. Perhatikan juga kandungan nitrogen, berat bersih, merek, produsen, kondisi kemasan, legalitas, lokasi penjual, dan ongkos pengiriman.
Untuk urea subsidi, gunakan kios resmi. Untuk urea non-subsidi, bandingkan beberapa distributor agar mendapatkan harga yang kompetitif.
Yang tidak kalah penting, gunakan pupuk berdasarkan kebutuhan tanaman dan rekomendasi pemupukan. Pemberian urea secara berlebihan tidak otomatis menghasilkan panen yang lebih tinggi dan justru dapat meningkatkan biaya produksi.
Catatan: harga non-subsidi dalam artikel ini merupakan kisaran dan contoh harga pasar 2026, bukan harga resmi nasional. Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Harga urea subsidi Rp1.800/kg atau Rp90.000 per 50 kg merupakan HET yang berlaku berdasarkan ketentuan yang digunakan dalam penyaluran pupuk bersubsidi 2026.